Hapus Luka Banjir dengan Senyuman: Tim Pengabdian Masyarakat Gelar Trauma Healing bagi Anak-Anak Penyintas Banjir di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang – Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka batin, terutama bagi anak-anak. Menyadari hal tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Bencana dari Universitas Samudra tergerak untuk hadir memberikan dukungan psikososial. Pada tanggal 14 Februari 2026, tim menggelar kegiatan bertajuk “Trauma Healing Berbasis Terapi Bermain” yang menyasar anak-anak penyintas banjir bandang di Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Manyak Payed.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini dihadiri oleh 50 puluh anak dengan antusias. Mengusung metode terapi bermain, tim mencoba membangun kembali keceriaan anak-anak yang sempat meredup pascabencana. Berbagai permainan edukatif dan interaktif dirancang khusus untuk membantu meredakan stres, kecemasan, dan trauma pascabencana (post-traumatic stress) yang mungkin mereka alami.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Johaidah Mistar, M.Pd, menjelaskan bahwa pendekatan bermain dipilih karena merupakan dunia alami anak-anak.

“Anak-anak korban bencana rentan mengalami trauma mendalam. Melalui terapi bermain, kami ingin menciptakan ruang aman bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan, melupakan sejenak kejadian traumatis, dan yang terpenting, mengembalikan rasa percaya diri serta kegembiraan masa kecil mereka,” ujar Dr. Johaidah Mistar, M.Pd di sela-sela kegiatan.

Rangkaian kegiatan meliputi bermain peran, menyanyi bersama, serta berbagai permainan tradisional yang melatih kekompakan. Para fasilitator dari tim juga secara aktif berinteraksi untuk membangun kedekatan emosional dengan anak-anak.

Salah seorang orang tua, pak solihin, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya. “Anak saya jadi lebih ceria lagi. Sempat susah tidur setelah kejadian banjir kemarin, tapi hari ini lihat dia tertawa lepas main bersama teman-temannya, saya sangat lega. Terima kasih kepada kakak-kakak dari tim yang sudah peduli,” tuturnya haru.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian akademisi terhadap pemulihan pascabencana secara holistik, tidak hanya dari sisi infrastruktur tetapi juga kesehatan mental masyarakat.

Diharapkan, intervensi dini seperti ini dapat membantu anak-anak Desa Ujong Tanjong bangkit dari keterpurukan dan kembali menjalani masa kecil yang bahagia.(*)