Langsa – Kabar baik datang bagi mahasiswa asal Kota Langsa yang terdampak bencana hidrometeorologi. Pemerintah Kota Langsa bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aceh membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh bantuan pendidikan Tahun Anggaran 2026.

Program ini menyasar mahasiswa aktif mulai jenjang diploma hingga sarjana yang berasal dari wilayah terdampak bencana di Aceh. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan meski menghadapi kesulitan ekonomi akibat bencana.

Walikota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, mengatakan bahwa sektor pendidikan harus tetap menjadi prioritas meskipun masyarakat sedang menghadapi dampak bencana alam.

Menurutnya, program bantuan pendidikan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga masa depan generasi muda agar tidak terhambat oleh kondisi ekonomi keluarga pascabencana.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh mahasiswa yang memenuhi syarat. Pemerintah ingin memastikan anak-anak Aceh tetap bisa melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita mereka,” katanya.

Pendaftaran bantuan pendidikan dibuka sejak 11 Mei hingga 2 Juni 2026 secara online melalui tautan berikut:

Pendaftaran Bantuan Pendidikan BPSDM Aceh

https://s.id/seleksibantuanhidrometeorologiBPSDM?utm_source=chatgpt.com

Dalam proses seleksi, peserta diwajibkan melampirkan sejumlah dokumen seperti surat aktif kuliah, KTM, KRS, KHS, transkrip nilai, KTP, KK, serta surat keterangan terdampak bencana dari pemerintah desa atau instansi kebencanaan terkait.

Selain itu, calon penerima bantuan tidak boleh sedang menerima beasiswa penuh dari pihak lain dan wajib memiliki rekening Bank Aceh Syariah atas nama pribadi.

Pemko Langsa berharap program bantuan pendidikan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa terdampak sehingga dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah situasi pascabencana hidrometeorologi di Aceh.(*)