Aceh Timur – TPI Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Selamat, Rabu (15/1), mendadak ramai oleh kabar baik. Mushola yang lama terlupakan kini akan kembali berfungsi. Harapan warga untuk memiliki tempat ibadah yang layak akhirnya terjawab berkat inisiatif Kapolsek Rantau Selamat, Iptu Dede Moerdhany, SH.

Berawal dari patroli rutin yang dilakukan beberapa waktu lalu, Iptu Dede Moerdhany menemukan sebuah mushola kecil di sekitar TPI Desa Rantau Panjang yang kondisinya memprihatinkan. Atap yang bolong, dinding yang rapuh, serta lantai yang penuh retakan membuat tempat ini tak lagi layak disebut rumah ibadah. Mushola itu, menurut cerita warga, telah bertahun-tahun terbengkalai karena tak ada biaya untuk memperbaikinya.

“Hati saya tergerak ketika melihat mushola itu,” ungkap Iptu Dede. “Tempat ibadah seharusnya menjadi sumber kenyamanan, bukan malah ditinggalkan karena rusak.”

Setelah menggali informasi dari warga, Kapolsek menggelar musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat. Kesepakatan pun tercapai: mushola itu harus segera direnovasi. Laporan ini kemudian diteruskan kepada Kapolres Langsa, AKBP Andy Rahmansyah, S.I.K., S.H., M.H., yang memberikan dukungan penuh atas inisiatif tersebut.

“Kami tidak pernah menyangka polisi yang akan membantu memperbaiki mushola ini,” ujar salah satu warga dengan mata berkaca-kaca. “Sudah lama kami pasrah, tapi kini kami kembali punya tempat untuk shalat.”

Tak hanya sekadar memberi perintah, Kapolsek Rantau Selamat turun langsung ke lokasi bersama anggotanya. Mereka bekerja bahu-membahu bersama warga untuk membersihkan dan merenovasi mushola. “Gotong royong ini bukan hanya soal membangun mushola, tapi juga mempererat tali silaturahmi antara polisi dan masyarakat,” tambah Iptu Dede.

Salah satu tokoh pemuda setempat mengungkapkan rasa harunya, “Kami sangat bangga dan terinspirasi oleh kehadiran Pak Kapolsek. Beliau bukan hanya membantu secara materi, tapi juga tenaga dan semangat.”

Kini, mushola tersebut mulai berdiri kembali, menanti hari di mana lantunan doa dan ayat suci Al-Qur’an kembali mengisi udara. “Terima kasih, Pak Polisi. Berkat Anda, kami tak perlu lagi berjalan jauh untuk menunaikan shalat,” tutup seorang ibu yang turut membantu di lokasi renovasi.

Mushola kecil di Desa Rantau Panjang itu kini menjadi simbol harapan dan semangat gotong royong, mengingatkan kita bahwa kepedulian sederhana dapat menghidupkan kembali sesuatu yang hampir terlupakan.(*)