Upaya percepatan pemetaan tanah terus menjadi fokus Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN dalam membangun sistem pertanahan yang akurat dan terpercaya. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Rabu (01/04/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wamen Ossy mengapresiasi capaian pemetaan berbasis foto tegak yang telah mencapai sekitar 35.000 hektare. Luasan ini menjadi salah satu yang terbesar di Sumatera Utara dan dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat basis data pertanahan nasional.
Ia menjelaskan bahwa pemetaan yang akurat tidak hanya berfungsi sebagai alat administrasi, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan data yang valid, pemerintah dapat merencanakan tata ruang secara lebih efektif serta meminimalisir potensi konflik lahan di masa depan.
“Ke depan, kita ingin memastikan bahwa seluruh data pertanahan memiliki kualitas tinggi—teruji, dapat dipercaya, dan relevan dengan kondisi lapangan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa digitalisasi dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam mempercepat proses tersebut.
Selain itu, penyerahan Sertipikat Elektronik kepada masyarakat melalui program PTSL turut menjadi bagian dari agenda kunjungan. Sertipikat elektronik dinilai mampu memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat serta memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pertanahan secara digital.
Dengan berbagai upaya ini, pemerintah berharap dapat membangun sistem pertanahan yang tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian bagi seluruh masyarakat.(*)



Tinggalkan Balasan