JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyiapkan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di berbagai daerah.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Penyusunan RDTR Tahun 2026 melalui Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi yang digelar di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan, mengatakan percepatan penyusunan RDTR diperlukan seiring tingginya kebutuhan terhadap dokumen tata ruang tersebut.

Berdasarkan data per 8 September 2026, sebanyak 572 RDTR telah tersedia dan terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS). Integrasi tersebut turut mendukung penerbitan 751.364 konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sepanjang Agustus 2026.

Kementerian ATR/BPN menargetkan penyelesaian 1.703 RDTR selama periode 2026-2028. Target tersebut terdiri dari 500 RDTR pada 2026, sebanyak 623 RDTR pada 2027, dan 580 RDTR pada 2028.

Kerja sama dengan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kapasitas penyusunan RDTR sekaligus mempercepat ketersediaan dokumen tata ruang yang dibutuhkan untuk mendukung pelayanan perizinan dan investasi.