Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Samudra menggelar pelatihan bertema “Pembuatan Jus Detoks untuk Meningkatkan Keterampilan Pengolahan Makanan Sehat dan Kewirausahaan”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 5-6 Agustus 2025 di Laboratorium Tata Boga SMKN 1 Peureulak Timur, dengan Tim Pelaksana kegiatan Pelatihan dari Universitas Samudra yang teridi dari : Nur ismanidar, S.E, Fiza Altasa, S.S.,M.S dan Rahmiati, S.Pd.M.Pd memberikan pelatihan yang di ikuti oleh diikuti 40 siswa jurusan Tata Boga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Materi disampaikan secara interaktif, diawali dengan pemaparan manfaat jus detoks bagi kesehatan tubuh, teknik pemilihan bahan yang kaya nutrisi, dan prinsip pengolahan higienis. Sesi dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan berbagai varian jus detoks, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil mengolah dan menyajikan minuman sehat yang menarik.

Materi pengantar tentang pentingnya tren minuman sehat sebagai peluang bisnis disampaikan oleh Ibu Rahmiati,S.Pd.,M.Pd diikuti sesi praktik pembuatan jus detoks oleh Ibu Fiza Altasa,S.S.,M.S yang membimbing siswa membuat lima varian jus detoks layak jual. Sesi juga diselingi ice breaker oleh Rahmiati, S.Pd..M.Pd untuk menjaga semangat peserta.

Selain itu, Fiza ALtasa, S.S.,M.S. memberikan materi tentang strategi sederhana memasarkan produk minuman sehat, termasuk penentuan harga jual, kemasan menarik, dan promosi melalui media sosial. Salah Satu Anggota Tim PKM, Ibu Rahmiati, S.Pd.,M.Pd, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan kuliner dan jiwa kewirausahaan. “Kami ingin siswa tidak hanya mahir membuat minuman sehat, tetapi juga mampu melihat peluang usaha dari tren gaya hidup sehat,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMKN 1 Peureulak Timur Bapak Kamaruzzaman, S.E mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kerja sama dengan Universitas Samudra dapat terus berlanjut. “Pelatihan ini sangat bermanfaat karena mengajarkan keterampilan yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja maupun usaha mandiri,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk mengembangkan program serupa yang berfokus pada inovasi produk kuliner sehat dan strategi pemasaran serta pembuatan media ajar Bahasa Inggris English Spesific Purpose ( ESP )khusus untuk siswa-siswi sekolah vokasional .

Dengan adanya pelatihan seperti ini, siswa diharapkan mampu mengasah keterampilan, memperluas wawasan kewirausahaan, dan meningkatkan kesiapan bersaing di dunia industri maupun wirausaha mandiri, sehingga dapat berkontribusi pada kemandirian ekonomi masyarakat di masa depan.(*)



Tinggalkan Balasan