Jakarta — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kembali menunjukkan komitmennya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional. Dalam sebuah acara resmi yang berlangsung di Aula Prona, Jakarta, Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, melantik 840 pejabat yang akan menempati posisi strategis di seluruh Indonesia.
Dalam pidatonya, Nusron menyampaikan pesan mendalam mengenai arti sebuah jabatan. Ia menekankan bahwa kekuasaan atau wewenang tidak boleh disalahgunakan, melainkan digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jabatan itu amanah. Selama amanah itu masih kita pikul, gunakanlah untuk kebaikan. Jangan pernah memanfaatkannya untuk hal-hal yang menimbulkan kesombongan atau kepentingan pribadi,” tegasnya.
Pelantikan tersebut mencakup pejabat struktural serta pejabat fungsional bidang pertanahan dan tata ruang, yang diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program strategis nasional, seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), digitalisasi layanan, serta percepatan penyelesaian konflik pertanahan.
Wakil Menteri ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya integritas dalam setiap level jabatan. Ia menekankan bahwa pejabat yang dilantik harus siap menghadapi tantangan dan perubahan zaman dengan tetap memegang teguh nilai pelayanan publik.
“Kita ingin jajaran ATR/BPN menjadi contoh birokrasi modern: cepat, responsif, bersih, dan melayani,” kata Ossy.
Pelantikan massal ini menjadi salah satu momentum penting Kementerian ATR/BPN dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Dengan hadirnya pejabat-pejabat baru yang membawa semangat integritas, kementerian berharap kualitas layanan pertanahan semakin meningkat dan memberikan dampak langsung bagi kemudahan masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan pertanahan.(*)



Tinggalkan Balasan