Langsa, Selasa 16 Desember 2025 — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan keamanan aset negara pascabencana. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan peninjauan serta penerapan tata cara pemulihan arsip vital yang terdampak banjir di Kantor Pertanahan Kota Langsa.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan Kota Langsa bersama Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh dan Biro Umum, sebagai tindak lanjut dari banjir yang sempat melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Arsip pertanahan yang terdampak banjir merupakan dokumen negara bernilai strategis, sehingga memerlukan penanganan cepat, tepat, dan sesuai standar kearsipan nasional.

Peninjauan dan pemulihan arsip berlangsung di halaman samping Kantor Pertanahan Kota Langsa dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh, Dr. Arinaldi, S.SiT., S.H., M.M., Kepala Kantor Pertanahan Kota Langsa, Ir. Dedi Rahmat Sukarya, S.ST., M.H., serta Kepala Bagian Tata Naskah, Kearsipan, dan Tata Usaha Biro Umum, Lusi Komala Sari, S.SiT., M.A.P., bersama tim teknis kearsipan.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan kondisi fisik arsip, identifikasi tingkat kerusakan, serta praktik langsung pemulihan arsip vital yang terendam air. Proses pemulihan dilakukan dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) kearsipan yang berlaku, guna memastikan arsip tetap terjaga keutuhan fisik dan nilai informasinya.

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh, Dr. Arinaldi, menyampaikan bahwa arsip pertanahan merupakan bagian penting dari administrasi negara yang tidak hanya bernilai hukum, tetapi juga menjadi dasar pelayanan pertanahan kepada masyarakat. Oleh karena itu, penanganan arsip pascabencana harus dilakukan secara profesional dan terkoordinasi.

Melalui kegiatan ini, Kementerian ATR/BPN menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi antarunit kerja dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus memastikan pelayanan pertanahan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski di tengah kondisi pascabencana.(*)