Kuala Simpang – Pascabanjir bandang yang melanda Desa Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak bagi masyarakat terdampak.

Menjawab kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan program Penyediaan Air Bersih Darurat Pascabanjir Bandang melalui instalasi tandon air dan kran umum sebagai sarana distribusi air bersih bagi warga.

Kegiatan ini diketuai oleh Safrizal, M.P. dengan anggota tim mahasiswa: Ali Putra S., Riski Rahmadani, dan Arif Pansuri. Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air bersih yang layak dan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya pada masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemasangan tandon air berkapasitas besar yang ditempatkan di titik strategis desa agar dapat dijangkau oleh warga.

Air bersih didistribusikan menggunakan mobil tangki dan dialirkan ke tandon untuk kemudian dimanfaatkan melalui kran umum yang telah dipasang. Sistem ini dirancang sederhana, efisien, dan dapat digunakan secara komunal.

Ketua tim, Safrizal, M.P., menyampaikan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dalam situasi pascabencana. “Air bersih tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi dan kesehatan masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dapat membantu meringankan beban warga dalam masa pemulihan,” ujarnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Simpang Lhee. Warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena sebelum adanya tandon dan kran umum, mereka harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air bersih.

Selain instalasi fisik, tim juga memberikan edukasi singkat kepada masyarakat mengenai pengelolaan dan pemeliharaan tandon agar fasilitas dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Diharapkan, sarana ini tidak hanya menjadi solusi darurat, tetapi juga dapat memperkuat ketahanan desa terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kontribusi akademisi dalam mendukung penanganan bencana serta penguatan kapasitas masyarakat desa. Ke depan, diharapkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus ditingkatkan guna menciptakan solusi yang adaptif dan berkelanjutan.(*)