Aceh Tamiang — Upaya pemulihan pascabencana banjir terus dilakukan di berbagai wilayah terdampak, termasuk di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Salah satu kontribusi nyata datang dari dosen Nur Halimatuz Zuhra, S.TP.,M.T, yang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada intervensi makanan bergizi bagi anak-anak.
Dosen yang berasal dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Universitas Samudra ini mengangkat tema “Intervensi Makanan Bergizi untuk Mencegah Penurunan Status Gizi Anak Pascabanjir”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, sebagai respons terhadap kondisi pascabencana yang memengaruhi pola konsumsi masyarakat, terutama anak-anak.
Selama masa banjir, banyak anak mengonsumsi makanan kemasan seperti mi instan karena keterbatasan akses terhadap bahan pangan segar dan bergizi. Kondisi ini berisiko menyebabkan penurunan status gizi apabila berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Dalam pelaksanaannya di Desa Simpang Lhee, Kabupaten Aceh Tamiang, Zuhra bersama tim memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama masa pemulihan pascabencana. Selain itu, dilakukan pula demonstrasi pengolahan makanan bergizi berbasis bahan lokal yang mudah diperoleh, sehingga dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh warga.
“Pasca banjir, banyak keluarga mengalami keterbatasan akses pangan bergizi. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan status gizi pada anak, bahkan berisiko stunting,” ujar Zuhra dalam kegiatan tersebut.
Program ini juga melibatkan ibu-ibu rumah tangga sebagai sasaran utama edukasi, dengan harapan mereka dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga asupan gizi keluarga. Selain edukasi, kegiatan ini turut menyalurkan contoh paket makanan bergizi sebagai bentuk intervensi langsung.
Kepala desa setempat, Safrul Jamil, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran tim pengabdian sangat membantu masyarakat dalam kondisi pemulihan pascabencana.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selama banjir kemarin, anak-anak memang banyak makan makanan instan karena kondisi terbatas. Jadi edukasi seperti ini penting sekali supaya kami bisa lebih memperhatikan asupan gizi anak ke depannya,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga merasa terbantu tidak hanya dari segi pengetahuan, tetapi juga dari praktik langsung yang diberikan oleh tim pengabdian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi anak meningkat, serta mampu meminimalisir dampak jangka panjang dari bencana terhadap kesehatan generasi muda di wilayah tersebut.(*)



Tinggalkan Balasan