Bireuen – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bireuen mengalami peningkatan yang signifikan dalam satu dekade terakhir. Data dari Dinas Kesehatan Bireuen menunjukkan bahwa sejak tahun 2013 hingga 2024, jumlah penderita HIV/AIDS telah mencapai 175 orang. Dari jumlah tersebut, 26 orang meninggal dunia.

Pada tahun 2024 saja, tercatat 26 kasus baru, di mana lima di antaranya telah meninggal dunia, sementara 21 orang lainnya masih menjalani perawatan dan pemantauan medis di fasilitas kesehatan setempat. Penyebaran penyakit ini dilaporkan merata di berbagai kecamatan, meskipun angka kasus di setiap wilayah bervariasi.

Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr. Irwan, menyatakan bahwa penyebaran HIV/AIDS kini semakin mengkhawatirkan, terutama di kalangan ibu hamil dan balita. Menurutnya, kelompok ini memiliki risiko tinggi terinfeksi, dan jika tidak ada langkah pencegahan yang tepat, bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HIV bisa tertular.

“Kami sangat khawatir dengan penyebaran HIV/AIDS, terutama di kalangan ibu hamil. Risiko penularan dari ibu ke anak sangat tinggi jika tidak dilakukan pencegahan dini,” ujar dr. Irwan usai pertemuan dengan seluruh kepala Puskesmas dan tim Dinas Kesehatan, Jumat (13/9/2024).

Dinas Kesehatan Bireuen berencana memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga terkait untuk meningkatkan program penyuluhan mengenai bahaya HIV/AIDS, khususnya bagi kelompok ibu hamil. Penyuluhan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong deteksi dini guna menekan penyebaran virus.

Dr. Irwan juga mengimbau para bidan dan petugas kesehatan di seluruh kecamatan agar lebih proaktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko penularan HIV/AIDS serta langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan.

“Peran aktif tenaga kesehatan sangat penting, terutama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS dan bagaimana cara mencegahnya. Hal ini penting untuk melindungi generasi mendatang dari ancaman penularan virus,” tambahnya.

Peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di Bireuen menuntut perhatian serius dari semua pihak. Langkah pencegahan dan edukasi masyarakat diharapkan dapat menekan penyebaran penyakit ini, terutama di kalangan kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.

Foto: kemenkopmk.go.id (Ilustrasi)