Blitar – Sebuah insiden tragis mengguncang Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, ketika seorang siswa madrasah tsanawiyah, KAF (14), meninggal dunia setelah terluka dalam insiden yang melibatkan seorang guru ngaji di salah satu pondok pesantren. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (15/9/2024) ini menimbulkan duka mendalam, dan kini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Danang Setiyo, menyatakan meskipun keluarga korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian, penyelidikan tetap dilanjutkan untuk mengungkap fakta di balik kejadian ini. “Kami bergerak meski tanpa laporan resmi dari keluarga, karena ada indikasi unsur pidana dalam kasus ini,” jelas Kapolres Danang pada Sabtu (28/9/2024).

Kronologi Peristiwa

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini terjadi ketika sekelompok santri sedang menjalani kegiatan rutin di pondok. Ketika mereka tidak segera menuruti instruksi untuk beristirahat dan melanjutkan ibadah, terjadi situasi yang memicu tindakan yang menyebabkan luka serius pada KAF.

KAF, yang terluka di bagian kepala, segera dilarikan ke fasilitas medis. Namun, meskipun sudah mendapat penanganan darurat, nyawanya tidak tertolong.

Penyelidikan Barang Bukti dan Saksi

Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti yang diduga terkait insiden tersebut. Selain itu, beberapa saksi, termasuk para santri dan staf pondok, sudah diperiksa guna memberikan keterangan yang lebih jelas mengenai peristiwa tragis ini.

“Kami telah mengumpulkan sejumlah barang bukti, dan ada indikasi bahwa kasus ini mengandung unsur pelanggaran hukum yang diatur dalam UU Perlindungan Anak,” tambah AKBP Danang. Pihak kepolisian juga bekerja sama dengan rumah sakit untuk memastikan hasil autopsi dan laporan medis.

Respons Masyarakat dan Pondok Pesantren

Insiden ini memicu keprihatinan dari masyarakat sekitar, terutama para orang tua yang menaruh harapan besar pada pendidikan di lingkungan pesantren. Sementara itu, pihak pesantren belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut, tetapi mereka memastikan akan bekerja sama penuh dengan pihak berwenang dalam proses penyelidikan.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lanjutan, dan publik berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.(*)