LANGSA – Berbekal informasi dari warga setempat, sekelompok akademisi Universitas Samudra (Unsam) memulai perjalanan panjang menelusuri jejak situs peninggalan Tgk Chik Ampon Tuan, seorang ulama besar yang dikenal dengan nama Meurah Gajah.

Perjalanan mereka tidak mudah. Setelah menempuh jalur darat hingga ke Dusun Bedali, mereka harus menggunakan sampan menyusuri Sungai Simpang Jernih selama 90 menit. Ombak sungai yang tak menentu dan sampan kecil yang goyah sempat menimbulkan kecemasan. Namun, semangat menyingkap sejarah tetap menyala.

Sesampainya di lokasi, mereka menemukan sisa-sisa peninggalan bersejarah: sebuah balee pengajian, batu kerikil putih, dan kain panji-panji yang masih terikat di pohon. Bahkan, masih terlihat kayu tua yang diyakini sebagai bagian dari pusat pengajian Tgk Chik Ampon Tuan.

Penelusuran ini bukan sekadar perjalanan akademik, tetapi juga napak tilas sejarah Islam di pedalaman Aceh. Situs ini diyakini telah menjadi pusat pendidikan Islam sejak abad ke-8, membawa cahaya ilmu ke wilayah Tamiang dan sekitarnya.

Penemuan ini membuka pintu bagi penelitian lebih lanjut, sekaligus mengingatkan bahwa jejak sejarah masih hidup di tengah alam Aceh yang menyimpan banyak cerita.(*)