Langsa — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra menggelar pelatihan pemanfaatan buah pedada (Sonneratia caseolaris) menjadi selai sehat dengan pemanis stevia. Kegiatan berlangsung pada 11 Juli 2025 di salah satu rumah warga di Kecamatan Bireun Bayeun, Aceh Timur.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dra. Marjanah, M.Pd., dengan anggota tim Dr. Indriaty, S.Si., M.Pd. Sebanyak 30 warga pesisir hadir mengikuti sesi edukasi yang menggabungkan penjelasan teori dan demonstrasi pembuatan selai.

Menurut Marjanah, potensi mangrove di wilayah pesisir Aceh sangat melimpah, termasuk buah pedada yang tumbuh subur di sepanjang pesisir Langsa hingga Aceh Timur. Namun, pengolahan buah ini menjadi produk bernilai ekonomi masih jarang dilakukan masyarakat.

“Buah pedada mengandung gizi yang baik dan bisa diolah menjadi selai sehat tanpa gula, diganti dengan pemanis stevia yang aman bagi penderita diabetes,” ujar Marjanah.

Proses pembuatan selai dimulai dari pembersihan buah, dilanjutkan dengan pengolahan menjadi bubur, pencampuran dengan stevia, pemanasan, pengentalan, pendinginan, hingga pengemasan. Hasil olahan ini diharapkan dapat menjadi produk usaha kecil menengah (UKM) warga setempat.

Warga terlihat antusias mengikuti pelatihan. Beberapa peserta aktif bertanya mengenai teknik pengolahan dan peluang pemasaran. Tim PKM juga menekankan pentingnya diversifikasi produk mangrove untuk menunjang perekonomian lokal.

“Ke depan, kami berharap selai pedada dengan stevia bisa menjadi oleh-oleh khas pesisir Aceh,” kata Indriaty.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menerapkan hasil penelitian secara aplikatif, sekaligus mendukung percepatan tujuan pembangunan nasional di sektor ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.(*)