Tim dosen Universitas Samudra (Unsam) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Edukasi Adab Pergaulan melalui Pemanfaatan Budaya Lokal Sumang Terintegrasi Komik Digital untuk membangun pemahaman dan pencegahan pelecehan seksual anak Sekolah Dasar” sebagai langkah preventif terhadap pelecehan seksual terhadap anak usia Sekolah Dasar.

Kegiatan ini bermitra dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Cut Mutia Kota Langsa, yang terdiri tujuh Sekolah Dasar di Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa. Diantaranya SD Negeri 1 Paya Bujok Tunong selaku tuan rumah, SD Negeri 1 Karang Anyar, SD Negeri 4 Langsa, SD Negeri 2 Karang Anyar, SD Negeri 2 Paya Bujok Tunong, SD Negeri Gedubang Jawa dan SD IT Huda Wam Nur. Kegiatan utama ini diantaranya pelatihan dan pendampingan guru dalam mengembangkan media komik digital berbasis nilai-nilai budaya lokal “Sumang” sebagai bahan ajar edukatif dan kontekstual bagi siswa Sekolah Dasar dalam membekali siswa pengetahuan dan keterampilan dalam mencegah pelecehan seksual dan membangun adab pergaulan.

Menurut ketua tim pelaksana, Rapita Aprilia, M.Pd, budaya Sumang yang merupakan norma sosial masyarakat Gayo di Provinsi Aceh dinilai sangat relevan dalam mengatur adab pergaulan, sopan santun, dan batasan interaksi sosial anak. “Nilai-nilai lokal ini menjadi alternatif edukasi adab dan batasan pergaulan yang dekat dengan konteks anak. Media komik digital kami pilih agar sesuai dengan gaya belajar siswa masa kini yang berorientasi digital,” ujar Rapita.

Selain itu, Alpidsyah Putra, M.Pd, selaku tim kegiatan juga mengatakan bahwa ‘’Provinsi Aceh menjadi darurat Pelecehan Seksual terutama pada anak di bawah umur, didukung oleh fakta bahwa berdasarkan Badan Pusat Statistik Nasional, Tahun 2024 Provinsi Aceh menempati urutan pertama dengan kasus tertinggi pelecehan seksual dan pemerkosaan sebanyak 135 kasus sehingga kegiatan edukasi adab pergaulan ini menjadi urgent untuk dilakukan’’.

Program ini turut melibatkan mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Unsam sebagai bentuk integrasi pembelajaran di luar kampus. “Mahasiswa kami libatkan sebagai anggota tim pendamping guru dalam merancang konten komik digital yang dibimbing langsung oleh Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Samudra Prima Nucifera, M.Pd. Ini sejalan dengan indikator kinerja perguruan tinggi (IKU) terkait pembelajaran berbasis pengalaman nyata,” tambah Rapita.

Prima Nucifera, yang juga tergabung dalam tim PKM, menambahkan bahwa selain memperkenalkan adab pergaulan dan pencegahan pelecehan seksual, program ini memperkuat literasi membaca dan budaya. “Kami tidak hanya memfasilitasi pengembangan komik digital, tapi juga bagaimana perjalanan belajar siswa diimplementasikan dengan menyenangkan dan mudah diakses oleh siswa sehingga menumbuhkan semangat literasi baca dan budaya siswa Sekolah Dasar, Kegiatan ini juga menjadi inspirasi untuk para guru memanfaatkan perangkat teknologi yang sudah tersedia di sekolah, seperti Chromebook dan proyektor secara lebih optimal’’.

Sejalan dengan itu, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Ketua KKG Cut Mutia, Mursida, S.Pd., yang berharap pendampingan ini bisa rutin dilakukan. “Kami para guru merasa senang dan terbantu dengan kegiatan ini, karena belum pernah ada pelatihan langsung terkait edukasi adab pergaulan dan pencegahan pelecehan seksual yang dikemas dengan pendekatan budaya lokal dan digital. Pengalaman luar biasa ini, ke depan kami akan jadikan bekal untuk dapat berkolaborasi dalam pengembangan berbagai pembelajaran berbasis budaya dan digital yang inovatif dan kreatif untuk pengembangan diri anak di Sekolah Dasar” tuturnya.(*)