Bireuen – Senja belum sepenuhnya turun ketika tim gabungan dari Polres Bireuen menyusuri jalan tanah berlumpur menuju pedalaman Desa Alue Glumpang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Rabu sore, 8 Oktober 2025. Di balik rimbun pepohonan dan perbukitan sunyi, aroma menyengat daun ganja kering mulai tercium. Di sanalah operasi besar itu dimulai.
Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani menceritakan, operasi ini bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan kebun terpencil tersebut. “Informasi awal kami terima dari warga. Katanya, ada yang sering membawa karung di malam hari dari arah hutan,” ujar Tuschad saat konferensi pers, Sabtu (11/10/2025).
Menindaklanjuti laporan itu, polisi membentuk tim kecil yang dipimpin Wakapolres Bireuen bersama Kasat Resnarkoba. Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam dari pusat kecamatan, tim menemukan dua pria tengah memanen tanaman ganja di sebuah ladang tersembunyi.
Namun, penyergapan tak berjalan mulus. Satu orang berhasil kabur ke arah hutan, sementara satu lainnya, BH (52), tak sempat melarikan diri. Di pondok dekat ladang, petugas menemukan tumpukan daun ganja yang tengah dijemur, siap dikemas menggunakan mesin press dan ditimbang dengan timbangan digital.
Dari lokasi, polisi menyita 154 kilogram ganja kering, terdiri dari 92 kilogram daun ganja yang belum dikemas dan 62 kilogram ganja dalam bentuk bal siap edar. “Kami perkirakan hasil panen kali ini mencapai lebih dari 150 kilogram. Ini jumlah yang besar untuk wilayah Bireuen,” kata Tuschad.
Karena hari mulai gelap, polisi memutuskan menunda pemusnahan ladang hingga keesokan paginya. Pada Kamis pagi, tim kembali dan membakar sekitar 4.200 batang ganja di lahan seluas dua hektare. Hanya lima batang yang disisakan untuk keperluan uji laboratorium.
“Dari keterangan awal BH, ladang itu telah digarap sekitar delapan bulan. Kami masih mendalami siapa pemodalnya dan ke mana jaringan pengedaran barang ini akan dikirim,” ujar Tuschad.
Polisi kini memburu satu pelaku lain yang melarikan diri ke arah hutan dan diduga memiliki peran penting dalam jaringan distribusi ganja di kawasan Bireuen bagian tengah. “Kami tak berhenti di sini. Operasi lanjutan akan dilakukan di beberapa titik yang kami curigai menjadi jalur pengiriman,” tutupnya.(*)



Tinggalkan Balasan