Jakarta — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Pudji Prasetijanto Hadi, secara resmi membuka kegiatan Kick Off Implementation Support Mission yang menjadi momentum penting bagi percepatan dan peningkatan kinerja Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP).

 

Dalam sambutannya di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Pudji menegaskan bahwa keberhasilan ILASPP tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari cara seluruh unsur menjaga komitmen, integritas, dan sinergi untuk mencapai tujuan yang berkelanjutan.

 

“Keberhasilan ILASPP tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya anggaran atau banyaknya kegiatan, tetapi oleh cara kita menjaganya,” tegas Pudji di hadapan peserta kegiatan.

 

Pudji menjelaskan, ILASPP merupakan proyek strategis yang bertujuan untuk mewujudkan sistem administrasi pertanahan dan penataan ruang yang terintegrasi, transparan, serta berorientasi pada pelayanan publik. Untuk mencapai sasaran tersebut, Kementerian ATR/BPN telah menyiapkan lima langkah strategis sebagai panduan percepatan implementasi.

 

Kelima langkah tersebut meliputi peningkatan koordinasi antar-unit kerja, optimalisasi sistem digital pertanahan dan tata ruang, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, peneguhan komitmen tata kelola proyek yang baik (good governance), serta monitoring dan evaluasi berbasis hasil (result-based management).

 

Pudji menambahkan, keberhasilan pelaksanaan ILASPP akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan dan tata ruang. “Masyarakat akan menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya jika sistem pertanahan dan tata ruang dapat berjalan selaras, terintegrasi, dan bebas dari hambatan birokrasi,” ujarnya.

 

Kegiatan Kick Off Implementation Support Mission ini dihadiri oleh perwakilan Bank Dunia, tim pelaksana ILASPP, serta sejumlah pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Acara berlangsung interaktif, dengan sesi diskusi dan pemaparan program kerja yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi lintas unit dalam mencapai target pembangunan sektor agraria dan tata ruang.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan ILASPP dapat menjadi pilar utama dalam mendorong transformasi digital dan tata kelola pertanahan yang lebih baik di Indonesia.(*)