Langsa – Komitmen memperkuat kolaborasi antara dunia perbankan dan pendidikan kembali ditunjukkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara PT Bank Aceh Syariah Cabang Langsa dan Universitas Samudra (Unsam). Kesepakatan strategis ini berlangsung di ruang rapat Biro Rektorat Unsam pada Selasa, 21 April 2026, dalam suasana penuh keakraban dan optimisme terhadap masa depan generasi muda.
Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan keuangan sekaligus memperluas dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Kepala Bank Aceh Syariah Cabang Langsa, TM Andika Putra, menyampaikan bahwa MoA tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya, sekaligus menjadi pijakan baru untuk memperkuat sinergi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada layanan transaksi keuangan semata, tetapi juga mencakup berbagai aspek strategis lainnya. Salah satu bentuk nyata yang telah dirasakan adalah kemudahan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang kini sudah dapat diakses melalui layanan mobile banking, sehingga memudahkan mahasiswa dalam melakukan transaksi secara cepat dan efisien.
“Kerja sama ini kami harapkan mampu memberikan nilai tambah, baik dari sisi layanan keuangan digital maupun dalam mendukung pengembangan akademik dan kewirausahaan mahasiswa di lingkungan kampus,” ujar Andika.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Bank Aceh Syariah siap berperan aktif dalam mendukung berbagai program inovatif yang dikembangkan Unsam ke depan. Bahkan, peluang kerja sama lanjutan juga terbuka, termasuk dalam pengembangan sektor tambak dan berbagai usaha produktif lainnya yang dinilai memiliki potensi besar di wilayah Kota Langsa dan sekitarnya.
Saat ini, Bank Aceh Syariah telah memiliki jaringan yang cukup luas di Kota Langsa, dengan empat kantor cabang serta sembilan layanan ATM yang tersebar di berbagai titik strategis. Hal ini menjadi modal penting dalam memperluas akses layanan perbankan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa. Ke depan, pihak bank juga berkomitmen untuk melakukan sosialisasi secara intensif kepada mahasiswa guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Sementara itu, Rektor Universitas Samudra, Hamdani, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terus terjalin dengan baik antara Unsam dan Bank Aceh Syariah. Ia menilai, kemitraan ini memiliki peran penting dalam menjawab tantangan dunia pendidikan saat ini, khususnya dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
Menurutnya, dengan jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang terus bertambah serta tingginya angka lulusan setiap tahun, persoalan utama yang dihadapi adalah keterbatasan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk mendorong mahasiswa agar memiliki jiwa kewirausahaan sejak dini.
“Kita harus mendorong mahasiswa menjadi wirausaha mandiri yang mampu menciptakan peluang kerja, bukan hanya bergantung pada lapangan kerja yang tersedia,” tegasnya.
Unsam sendiri telah mengembangkan berbagai program unggulan untuk mendukung hal tersebut, di antaranya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) serta penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tidak hanya itu, kampus juga активно mendorong pengembangan unit usaha berbasis hasil riset dosen dan mahasiswa, yang sejauh ini menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan.
Ke depan, program-program tersebut diharapkan dapat melibatkan lebih banyak mahasiswa secara aktif, sehingga mampu melahirkan wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Sinergi dengan pihak perbankan seperti Bank Aceh Syariah dinilai menjadi faktor kunci dalam memperkuat ekosistem tersebut, terutama dari sisi akses permodalan dan pengelolaan keuangan.
Penandatanganan MoA ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Langsa serta pimpinan Universitas Samudra. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat antara kedua institusi.
Melalui kerja sama ini, diharapkan akan tercipta hubungan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan, tidak hanya bagi kedua lembaga, tetapi juga bagi mahasiswa dan masyarakat luas. Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pendidikan dan kewirausahaan.(*)



Tinggalkan Balasan