YOGYAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, resmi mewisuda sebanyak 568 Taruna dan Taruni Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2025/2026.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Pendopo Sasana Widya Bhumi, menjadi momentum penting bagi ratusan lulusan yang telah menyelesaikan rangkaian pendidikan dan pembentukan karakter sebagai calon tenaga profesional di bidang pertanahan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron berpesan agar kelulusan yang diraih para wisudawan dan wisudawati tidak berhenti sebagai simbol keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Lebih dari itu, ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus menjadi bekal untuk menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompleks.
Menurutnya, dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menunjukkan integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan profesionalisme.
Nusron juga menekankan agar budaya disiplin yang telah terbentuk selama menjalani pendidikan tetap dipertahankan setelah para lulusan memasuki dunia kerja.
Kedisiplinan tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menjalankan tugas, mengambil keputusan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta menghadapi berbagai tantangan di bidang agraria dan pertanahan.
“Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk mengabdikan ilmu dan kemampuan yang telah diperoleh,” menjadi semangat yang diharapkan terus dibawa para lulusan dalam perjalanan karier mereka.
Momen wisuda tahun ini semakin istimewa karena turut dirangkaikan dengan peresmian transformasi STPN menjadi Politeknik Agraria STPN. Perubahan tersebut ditandai secara simbolis melalui pemukulan gong oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid.
Transformasi ini menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan vokasi di bidang agraria dan pertanahan. Dengan perubahan tersebut, Politeknik Agraria STPN diharapkan mampu mencetak lulusan yang semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja sekaligus mendukung transformasi pelayanan pertanahan di Indonesia.
Kepada seluruh 568 wisudawan dan wisudawati, momentum ini diharapkan menjadi langkah awal untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Dengan bekal pendidikan, kedisiplinan, serta kompetensi yang telah diperoleh, para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi profesional yang ikut mendorong terwujudnya pelayanan pertanahan yang semakin berkualitas, cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.


Tinggalkan Balasan