Sigli – Sabtu sore yang seharusnya tenang di Kecamatan Mutiara Timur, Beureunuen, Pidie, tiba-tiba berubah menjadi mencekam setelah seorang perempuan muda berinisial SA (22) ditemukan tak bernyawa dalam keadaan tergantung di dalam kamarnya. Kejadian tragis ini menghebohkan warga sekitar, terutama setelah ibu kandung SA, dengan panik dan cemas, memanggil-manggil nama putrinya yang tak kunjung merespons.

Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Dedy Miswar, menjelaskan bahwa peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 16.10 WIB. Sang ibu, yang tak mendengar jawaban dari SA, akhirnya memutuskan untuk membuka pintu kamar. Betapa terkejutnya ia ketika melihat putrinya sudah tak bernyawa, tergantung pada seutas kain yang terlilit di leher dan terikat pada jalusi jendela.

Teriakan histeris sang ibu segera menarik perhatian tetangga. Dengan cepat mereka berlari ke rumah SA, berusaha memberikan bantuan dengan menurunkan tubuh korban yang malang itu. Mereka memotong tali kain yang menjerat leher SA sebelum membawanya dengan ambulans ke Rumah Sakit Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen.

Menurut keterangan sementara dari pihak kepolisian, hasil olah TKP tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, yang semakin menguatkan dugaan bahwa SA mungkin memilih mengakhiri hidupnya sendiri. Meski begitu, penyebab pasti dari keputusan tragis tersebut masih belum diketahui.

“Berdasarkan penyelidikan awal, dugaan sementara korban mengalami masalah keluarga yang berat, yang kemungkinan mendorongnya untuk melakukan bunuh diri,” ujar AKP Dedy Miswar dengan nada prihatin.

Kejadian ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda. (*)