Garut – Duka menyelimuti perayaan Pesta Rakyat yang digelar dalam rangka pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, dan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Tiga warga meninggal dunia akibat insiden desak-desakan saat pembagian makanan gratis di Alun-alun Garut, Jumat, 18 Juli 2025.
Sabtu pagi, Putri dan Maula mengunjungi rumah duka ketiga korban. Dalam video yang beredar di media sosial, keduanya tampak hadir dalam kesederhanaan, duduk dekat jenazah, dan memanjatkan doa. Tangis tak terbendung, terutama dari Putri Karlina yang terlihat emosional saat menyampaikan belasungkawa.
Korban tewas dalam insiden tersebut adalah Vania Aprilia, Dewi Jubaedah, dan anggota kepolisian Bripka Cecep Saeful Bahri. Selain korban jiwa, tercatat 23 orang lainnya mengalami pingsan akibat kekurangan oksigen saat massa berdesakan di gerbang barat alun-alun.
Acara yang semula dirancang sebagai bentuk syukuran dan berbagi kebahagiaan itu berubah menjadi tragedi. Pembagian makanan gratis tanpa pengaturan yang memadai menjadi pemicu kerumunan tak terkendali.
Di media sosial, peristiwa ini menjadi bahan perbincangan. Sebagian netizen menyayangkan lemahnya pengawasan dan manajemen massa, namun ada pula yang menekankan bahwa musibah ini adalah takdir yang sulit diprediksi.
“Ini pelajaran penting bagi panitia dan penyelenggara. Kegiatan publik butuh sistem yang aman, bukan hanya niat baik,” tulis seorang pengguna Instagram.
Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga korban masih dalam suasana berduka. Pemerintah Kabupaten Garut belum memberikan keterangan resmi terkait evaluasi dan pertanggungjawaban atas insiden tersebut.(*)



Tinggalkan Balasan